HOT NEWSMETRO JAWA BARAT

­­­­ Diduga Dibebani Setoran Oleh Atasan, Anak Buah Kapolda Jawa Barat Pasang Tarif.   ACC KTP Roda 4 dipatok 800 Ribu  Rupiah

BANDUNG, NEWSMETRO.CO – Diduga berkewajiban setor  ke atasan, oknum polisi samsat  kawaluyaan Bandung Tengah pasang tarif. Tidak tanggung – tanggung biaya perpanjangan STNK 5 tahun tanpa KTP,  dilabel sebesar  700 hingga  800 rupiah.

Hebatnya lagi, untuk menutupi seakan samsat ini besih  dari aksi Pungutan Liar alias PUNGLI,  pungutan tersebut  tidak diberlakukan untuk masyarakat umum, pungutan tersebut  hanya diberlakukan kepada para karyawan Biro Jasa.

Personil DPP Laskar Anti Korupsi Pejuang 45

Ironisnya lagi, selain pengurus  Biro Jasa, pungutan tersebut mereka lakukan juga kepada rekan – rekan wartawan.

Data yang diperoleh NEWSMETRO.CO menunjukkan bahwa  biaya ACC KTP roda empat untuk pengurus  Biro Jasa dipatok sebesar 800 ribu rupiah, sedangkan untuk wartawan dijatah seminggu sekali dengan harga 700 ribu rupiah, setelahnya,  harus membayar Rp. 800.000.

Aksi dugaan Pungutan Liar (PUNGLI) disamsat Kawaluyan Bandung Tengah ini  mencuat saat wartawan NM berinisial D mengurus perpanjangan STNK kendaraan roda empat tanpa KTP Rabu (4/3/2026). Namun    karena tidak memberikan uang PUNGLI sepertii biasanya, STNK wartawan tersebut tidak diproses hingga pelayanan samsat ditutup.

Setelah ditanya,  terungkap bahwa  STNK wartawan ini tidak diproses pada  hari itu dikarenakan tidak  membayar uang PUNGLI  sebesar Rp. 800.000  kepada oknum petugas.

“Kemarinkan sudah masukin perpanjangan sepeda motor, jadi karena jatahnya sudah habis sekarang harus bayar. Tapi karena pelayanan sudah tutup,  prosesnya nanti besok  aja.” Ujar Pegawai Harian Lepas (PHL) berinisial A kepada D  yang diamini oleh salah satu pria yang berseragam polisi.

Terkait dengan maraknya aksi dugaan PUNGLI di samsat Kawaluyaan Bandung Tengah, Jawa Barat ini,  Rando Oroh Wakil Sekretasis  Jenderal (Wasekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Laskar Anti Korupsi Pejuang 45 (LAKI P. 45) angkat bicara.

BACA JUGA  Masyarakat Menjerit, Oknum Perhutani Diduga Peras Masyarakat

“Jangan – Jangan pimpinan samsat Kawaluyaan dibebani setoran oleh atasannya, sampai – sampai ia harus menghalalkan segala cara demi untuk mendapatkan uang haram.”

Lanjutnya lagi, kalau benar pimpinan samsat Kawaluyaan Bandung Tengah ini tidak dibebani setoran oleh atasannya, maka atas nama masyarakat, dan selaku Lembaga Sosial Kontrol,  LAKI P.45 meminta agar petinggi Polda Jawa Barat segera bertindak. Imbuh Wasekjen DPP LAKI P. 45 ini kepada NEWSMETRO.CO. TIM

 

 

 

 

Loading

Redaksi

ADMIN