METRO BLORA

Blora Peringkat Teratas Daerah Dengan Jalan Rusak Terbanyak di Jateng

Kawasan ruas jalan rusah terparah di Blora dikutip dari laman resmi Pemkab Blora (8/11)

Blora – Pembangunan infrastruktur jalan masih menjadi PR besar bagi Pemkab Blora. Dalam hal ini Blora tercatat sebagai salah satu daerah dengan kondisi jalan rusak terbanyak di Jawa Tengah.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah tahun 2020, Blora menempati peringkat teratas daerah dengan kondisi jalan yang memprihatinkan, bersama kabupaten Cilacap, Kendal dan Jepara.

Dengan luas wilayah 1.820,59 km², total jalan yang rusak di Blora berdasarkan catatan BPS Jateng 2020 mencapai 520 km². 247 km² untuk kerusakan ringan dan 273 km² untuk kerusakan berat. Dan jumlah ini merupakan yang tertinggi di Jawa Tengah.

Dikutip dari laman resmi Pemkab Blora (8/11/21), total jalan yang rusak di Blora hari ini sepanjang 439,45 km². Jumlah tersebut belum termasuk kerusakan ringan, hanya jumlah dari kerusakan berat dan sedang. Dibanding tahun lalu, ada penurunan jumlah kerusakan jalan di Kabupaten Blora, meski tidak signifikan.

Namun peningkatan grafik pembangunan berupa perbaikan jalan masih menempatkan Blora di peringkat teratas daerah dengan kondisi jalan yang memprihatinkan. Lebih tinggi dari cilacap dengan jumlah kerusakan jalan sepanjang 373 km².

Melihat Akun Facebook yang diposting di akun Facebook Bloranews.com sejak 15 November sampai hari ini (18/11/21). Warganet berkomentar jalan rusak kepala daerah tak peduli.

Meski sudah ada penurunan jumlah kerusakan jalan, Blora masih peringkat teratas daerah dengan kondisi jalan yang memprihatinkan. Datangnya musim hujan membuat jalan yang rusak kian terlihat menyedihkan. Sejumlah netizen Blora merespon situasi ini dengan berkomentar di akun medsos Bloranews.com.

GB.Kawasan jalan rusak diposting di akun Facebook Bloranews.com sejak (15/11)

Berikut komentar warganet Blora tentang jalan rusak yang diposting di akun Facebook Bloranews.com dengan nama Rori Ahmad berkomentar secara sarkas terkait kondisi jalan yang ada di Blora. Rori Ahmad menulis, “Prestasi yang membanggakan. Semoga kedepannya bisa masuk (Muri). Selamat buat pemimpin Blora”. Kalimat yang seolah memuji namun isinya mengkritik.

BACA JUGA  Rumah Pengoplos Elpiji di Blora Digerebeg Polisi, 394 Tabung LPG Disita

Berbeda lagi akun Facebook dengan nama Rhadecz, yang berkomentar secara singkat, padat dan menohok. Rhadecz menanggapi jalan rusak di Blora dengan komentar, “Karna kepala daerah tak peduli”.

Ada pula yang mengkritisi jargon Pak Bupati (sesarengan mbangun mblora) yang dianggap tidak sesuai dengan fakta lapangan. Akun dengan nama Sucahyo Jati Asmoro menyampaikan, “Sesarengan jeblok dalane (bebarengan rusak jalannya)”.

Terakhir, akun facebook dengan nama De Noto menganggap memiliki jalan yang baik merupakan impian seluruh masyarakat di Blora. Namun sampai hari ini kalimat tersebut hanya berupa impian, karena kenyataannya kondisi jalan di blora tetaplah buruk.

Akun tersebut juga menambahkan bahwa pemerintah daerah sengaja menutup mata dan tidak mau bersuara. “Jane yo weruh tapi etok-etok mingkem (sebenarnya ya mengerti tapi pura-pura tutup mulut)“. (tim NM/Grobogan).

Loading

Redaksi

ADMIN