Banyak Warga Pati Yang Sudah Mudik, Antri Melakukan Perekaman E-KTP Di Disdukcapil

Puluhan warga Pati yang melakukan perekaman E-KTP

PATI NEWS METRO.CO – Menyadari pentingnya setiap penduduk harus memiliki identitas Kartu Tanda Penduduk (KTP), maka menjelang berlangsungnya lebaran yang diikuti  cuti bersama cukup lama, menyebabkan warga beramai ramai mengurus kartu identitas diri di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabuapten  Pati. Kebanyakan diantara mereka adalah para perantau   yang baru pulang mudik mengantri melakukan perekaman e-KTP yang selama ini tidak mempunyai kesempatan untuk mengurus hal tersebut.

Hal ini dilakukan warga karena mendapat cuti bersama cukup lama(11/6 s/d 19/6), sehingga kesempatan ini di gunakan untuk mengurus identitas diri. Warga Pati terlihat antri berdesakan di loket pelayanan e-KTP Kantor Disdukcapil Kabupaten Pati, karena kepingin KTP Elektroniknya cepat jadi. Padahal pelayanan e-KTP ini juga bisa dilakukan di Kecamatan masing-masing.

Apalagi dengan berlakunya KTP –elektronik bisa digunakan seumur hidup, maka kesempatan untuk mengurusnya benar-benar menjadi perhatian mereka. Sebab e-KTP adalah menjadi bagian penting jika mereka harus mengurus kepentinganya. Sehingga banyak yang rela untuk mengantre berjam –jam di Disdukcapil, di Jl Tondonegoro Pati.

Ditanya berkait banyaknya warga yang mengantre untuk mengurus KTP, Kepala Dispendukcapil Kabupaten pati, Rubiyono membenarkan,”karena itu, kendati ada cuti bersama maupun lebaran. Kami tetap membuka pelayanan yang di mulai pukul 08.00 s/d 12.00. tetapi saat lebaran selama dua hari kami menjadwalkan personil secara bergilir,”ujarnya.

Jika dilihat dari database yang ada pada pihaknya yang diirim dari Dirjen Kependudukan Kementerian Dalam Negeri, penduduk di kabupaten Pati yang sampai saat ini belum melakukan rekam data untuk KTP-elektronik masih sebanyak 38.000 orang. Akan tetapi saat KPU setempat harus melakukan pengecekan jumlah penduduk untuk kepentingan seharusnya hak pilih saat pemilu hanya ditemukan jumlah 9.000 orang.

Terjadinya perbedaan data secara signifikan itu bisa terjadi karena beberapa faktor penyebab, seperti penduduk yang bersangkutan sudah meninggal, tetapi tidak cicoret dari daftar atau ada faktor lain.

Mengingat hal tersebut, maka kesempatan diberikan kepada warga yang sampai saat ini belum melakukan rekam data hingga Juli mendatang. Jika sampai batas itu mereka tetap belum melakukan hal tersebut, maka mereka akan dikeluarkan dari database. Sehingga data kependudukan di kabupaten pati pada tahun-tahun mendatang benar-benar  valid.

Kendati sudah dikeluarkan dari database kependudukan di kabupaten pati, seharusnya secara resmi sudah dicoret sebagai penduduk kabupaten setempat yang menjadi bagian dari penduduk di republik ini. Namun hal itu jika ada diantara mereka setelah bulan Juli ternyata mau melakukan rekam data, tetap diberi kesempatan. Karena itu kami lakukan pencatatan tersendiri,” imbuh Rubiyono. (tim NM/Pati).

Foto NM. Tampak banyak warga pengantre untuk mengurus KTP elektronik memadati halaman depan Disdukcapil Kabupaten pati.

 

 

Facebook Comments
51 DIBACA 1 HARI INI

Redaksi

ADMIN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: