Penyakit Gatal – Gatal Serang Puluhan Warga Desa Sirnagalih Cianjur, Kadis Kesehatan Cuek Bebek

Salah Satu Balita Menunjukan Penyakit Gatal – Gatal Yang dialaminya Kepada News Metro.co

CIANJUR, NEWS METRO Sedikitnya 26 Warga RT. 01/RW. 13, Kampung Pasirnangka, Desa Sirnangalih, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Jawa barat diserang penyakit kulit atau gatal – gatal.

Ironisnya, penyakit tersebut bukan hanya menyerang orang orang dewasa saja namun menyasar sampai ke anak  Balita.

Dari hasil investigasi tim News Metro.co dilapangan, diduga hal tersebut terjadi akibat adanya pencemaran dari salah satu pabrik kulit yang ada diwilayah tersebut.

Menurut keterangan warga yang ditemui tim News Metro.co, dikatakan bahwa setiap pagi cerobong pabrik tersebut mengeluarkan asap tebal. Kemungkinan kata warga, itulah penyebab yang menimbulkan penyakit gatal – gatal.

Kejadian ini, lanjut warga, mereka alami sudah berbulan – bulan lamanya. Dari investigasi News Metro.co, didapati seorang Balita M. Azhar (4 bulan) diserang penyakit gatal – gatal ini disekujur badan, kepala dan tangan. Sangking parahnya, sampai – sampai tangan Balita ini mengelepuh, mengeluarkan cairan Nanah hingga di kepala.

Yayang, (22thn) kepada News Metro.co mengatakan, sejak diserang penyakit tersebut 6 bulan yang lalu, diakuinya sudah dua kali ia berobat ke Klinik bahkan kedokter. Namun hasilnya nihil. Menurut dokter, kata Yayang, penyakit yang dideritanya penyebabnya hanya karena debu.

Yang menjadi pertanyaan pria ini, kalau penyebabnya hanya karena debu, seperti yang dikatakan dokter, tapi herannya sulit disebuhkan. Anehnya lagi, katanya, setelah meminun obat penyakitnya sembuh, tapi setelah obatnya habis penyakitnya kambuh lagi. Jelas Yayang kepada News Metro.co dikediamannya Rabu (11/4/2018).

Seperti halnya Yayang, hal yang sama dialami juga oleh Dadang (48thn) tokoh masyarakat Desa setempat. Diakui tokoh masyarakat ini penyakit gatal-gatal tersebut dialami sejak 4 minggu yang lalu.

“Saya dan keluarga saya diserang penyakit gatal yang sangat parah sejak 4 minggu yang lalu, sekujur badan dan kaki saya bener-bener gatal, bahkan sampai mengeluarkan  darah saat saya garuk. Keluh tokoh masyatakat ini.

Dijelaskannya lagi bahwa penyakit gatal-gatal ini menyerang sedikitnya 26 orang lebih warganya dikampungnya mulai dari orang dewasa sampai ke Balita. Dadang mengatakan, kemungkinan musibah ini dampaknya dari asap pabrik kulit yang tiap paginya mengeluarkan Asap dari jerobong.

“Setiap pagi jerobong pabrik kulit itu mengeluarkan asap tebal, Asap juga suka dibarengi dengan bau yang sangat menyengat sampai membuat saya mual-mual. hal itu juaga dirasakan anak-anak sekolah PAUD yang ada disini. Mereka mengeluhkan bau
yang sangat menyengat tersebut, sampai – sampai membuat hidung mereka tersumbat, kata Dadang kepada News Metro.co.

Melihat kondisi ini katanya ia sangat sedih, apalagi saat penyakitnya kambuh. Mereka tidak bisa berbuat apa – apa selain menangis. Dadang berharap agar masalah yang menimpah puluhan warga Kampung Pasirnangka ini secepatya ditangani Dinas terkait,”harapnya.

Sementara Kepala Puskesmas Cilaku, Yudiansyah yang di-informasikan News Metro.co perihal masalah ini, tanpa membuang waktu, bagaikan secepat kilat langsung turun ke-lokasi.

Setelah didata, Puluhan Warga yang terserang penyakit gatal – gatal langsung dilakukan tindakan medis oleh kepala Puskesmas tersebut. Selain itu, untuk mengetahui penyebab penyakit ini, Kepala Puskesmas dan tim medisnya memgambil sempel air dari beberapa sumur warga setempat.

Ketika ditanya News Metro.co, Kepala Puskesmas ini belum dapat menyimpulkan penyebab terjadinya penyakit tersebut. “Saat ini kita belum bisa menyimpulkan penyebab penyakit tersebut, kita membutuhkan waktu untuk menelitinya. ” pungkas Yudansyah Kepala Puskesmas Cilaku ini singkat.

Yang sangat disayangkan, saat masalah ini dikonfirmasi News Metro.co, hanya ditanggapi secara dingin oleh Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Cianjur, Tresna Gumelar. Bahkan layaknya seorang  raja  ia menyuruh tim News Metro.co untuk menayakan masalah tersebut t kepada Kabid Pelayanan Kesehatan Masyarakat, Dr. Eva.

Anehnya lagi, saat akan ditemui tim News Metro.co, ternyata  Kabid tersebut tidak berada diruang kerjanya.

Terkait dengan itu, muncul pertanyaan di kalangan wartawan, apakah Kadis tersebut tidak mengetahui kalau saat itu bawahannya tidak berada didalam ruang kerjanya sehingga dia menyuruh untuk ditemui, atau sebaliknya pura – pura tidak tau.

“Kalau Kepala Dinas  sampai  tidak mengetahui bawahnnya tidak ada didalam ruangannya  saat jam kerja, maka kinerja Kadis tersebut patut dipertanyakan.” Jelas salah satu pengacara kepada tim News Metro.co yang saat itu kebetulan berada di gedung Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur. (DRI)

Facebook Comments
732 DIBACA 1 HARI INI

Redaksi

ADMIN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *