Terkait Dugaan Korupsi Puluhan Miliar, Wasekjen Laki P. 45 Laporkan PT. KN Ke Kejagung

Wasekjen DPP Laki P. 45 Johnny Kuron Menyerahkan Laporan Ke Kejagung, Jumat (6/4/2018)

JAKARTA, NEWS METRO – Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Laskar Anti Korupsi Pejuang 45 (Laki P. 45), Johnny Kuron Jumat (6/4/2018) melaporkan dugaan penyimpangan dan KKN dana sebesar Rp. 13.990. 132.000,- ke Kejaksaan Agung.

Anggaran yang diduga diselewengkan tersebut adalah Dana Alokasi Khusus Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) tahun anggaran 2017 untuk proyek peningkatan Jalan Ratahan – Amurang.
Proyek yang berlokasi di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) Provinsi Sulawesi Utara itu, sesuai kontrak bernomor 013/SP/PPK-BM/RA/APBD/III/2017 dikerjakan oleh PT. Kemilau Nursian selama 180 hari kalender, terhitung mulai 10 Maret 2017.

Namun hingga awal Maret 2018, proyek yang berbandrol puluhan miliar tersebut belum selesai dikerjakan, padahal sesuai kontrak seharusnya proyek tersebut sudah selesai pada tanggal 22 September 2017 lalu. Namun hingga ditemukan awal Maret 2018 proyek tersebut baru dikerjakan sekitar 20%.
Terkait dengan itu maka sesuai Peraturan Pemerintah (PP) No. 71 tahun 2000 Pasal 2 ayat 1, Wakil Sekretaris Jenderal DPP Laskar Anti Korupsi Pejuang 45 ini melaporkan masalah tersebut ke Kejaksaan Agung.

“Benar saya sudah melaporkan dugaan penyelewengan dana proyek tersebut ke-Kejaksaan Agung, laporan tersebut saya serahkan dan diterima oleh Lucia, petugas Pos Pelayanan Hukum Dan Penerimaan Pengaduan Masyarakat (PPH&PPM) lantai V gedung Kejaksaan Agung Jakarta Selatan,” jelas Johnny kepada NEWS METRO lewat telepon selulernya Senin (9/4/2018)
Masih pada kesempatan yang sama, pria yang dikenal sering melakukan orasi didepan gedung KPK dengan ormasnya ini mengatakan, dugaan penyelewengan proyek peningkatan Jalan Ratahan – Amurang ini terungkap dari hasil investigasi timnya di Sulut awal Maret 2017 lalu.
Setelah mengetahui PPK nya Silvana Rotin Sulu, ia langsung menghubunginya lewat telepon seluler. Namun karena bertepatan dengan itu ia sedang menerima petugas BPK terkait dengan proyek tersebut, maka ia menyerahkan telepon selulernya untuk berbicara dengan Normawati, Pejabat Pelaksana Teknik Kegiatan (PPTK).
“Oh ini lagi ada sementara dengan BPK, coba bicara dengan PPTK aja. Ujar Silvana sembari memanggil Pejabat Pelaksana Teknik Kegiatan, Normawati.
Namun anehnya, dari hasil konfirmasi tersebut, terkesan bahwa sejak dikerjakan 10 Maret 2017 lalu, hingga Maret 2018, nampaknya PPTK tersebut tidak mengetahui kondisi terakhir proyek tersebut. Kepada Johnny PPTK tersebut enggan memberikan statemen dan hanya mengatakan akan melihat ke lokasi terlebih dahulu.
Begitupun saat dimintai waktu oleh Johnny agar timnya di Sulawesi Utara bisa mewancarai PPTK ini di ruang kejanya, lagi – lagi PPTK tersebut menolaknya.
“Nanti mau cek ke lokasi dulu ya, soalnya saya belum mengetahui kodisinya. Bapak kan mau konfirmasi, bagai mana saya mau jawab pertanyaannya kalau saya belum lihat kondisi proyek itu. Sayakan tidak tinggal disana, jadi saya tidak tau kondisinya sekarang.” Ujar Johnny kepada News Metro menirukan ucapan PPTK tersebut.
Ditambahkan Johnny, selain melaporkan proyek tersebut ke Kejagung, ia juga memberikan tembusan kepada Presiden RI. Pimpinan KPK, Komisi V DPR RI, Gubernus Provinsi Sulut, Kapolda Provinsi Sulut, Kajati Provinsi Sulut, DPRD Tingkat I Provinsi Sulut dan Komisi V DPRD Tingkat I Provinsi Sulut.

Lebih lanjut Johnny mengatakan, Setelah proyek peningkatan Jalan Ratahan – Amurang, masih ada beberapa proyek lagi di Sulut yang terindikasi bermasalah akan dilaporkannya.
“Ada beberapa proyek yang berbau Korupsi lagi yang akan saya laporkan, diantanya proyek infrastruktur peningkatan Jalan di Kabupaten Talaud senilai 42,8 Miliar serta yang lainnya. Data – datanya sudah saya pegang, tinggal menunggu waktunya, ujar Johnny.
Yang menjadi pertanyaan, sejak proyek yang diduga bermasalah ini diketahui NEWS METRO, baik Silvana maupun Normawati, bahkan pejabat lain yang ikut bertanggung jawab atas proyek tersebut tidak mau ditemui. Begitupun saat dihubungi lewat telepon seluler, semuanya tidak mau meresponnya.
Hingga berita ini diturunkan, satupun dari beberapa penanggung jawab proyek tersebut tidak mau ditemui. (TIM)

 

Facebook Comments
148 DIBACA 1 HARI INI

Redaksi

ADMIN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: