Diakui Masyarakat, Proses Pengurusan SIM Di Pasar Segar Depok Bersih Dari Pungli Dan Calo

DEPOK NEWSMETRO.CO – Proses pengurusan SIM di Satuan Penyelenggara Administrasi Surat Izin Mengemudi (Satpas SIM) di komplek pasar segar jalan Tole Iskandar Kota Depok bersih dari Calo.
Hal tersebut terlihat dari hasil observasi NEWS METRO.CO sabtu pagi (24/3/2018) sekira jam 10.00 wib dimana tidak terlihat adanya satupun calo baik di pelataran parkir maupun didalam gedung yang berkeliaran ditempat ini.

Mungkin karena proses pembuatan SIM di Satpas pasar segar  ini dilakukan sesuai prosedur yang telah diatur dalam Peraruran Pemerintah (PP) 60 tahun 2016 tentang jenis dan tarif atas jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berlaku pada Kepolisian Negara Republik Indonesia, maka tidak ada celah sedikitpun untuk para calo dalam memainkan aksinya.
Dalam PP 60 tahun 2016 disebutkan   tarif pembuatan SIM A (Mobil) baru Rp. 120,000, perpanjagan Rp. 80.000. sedangkan untuk biaya pembuatan SIM C (Sepeda Motor) baru Rp. 100.000. Untuk biaya perpanjanga Rp. 75.000,-

Selain membayar biaya sesuai PNBP diatas, berdasarkan Pasal 81 ayat (2), (3), (4), dan (5) UU No. 22 Tahun 2009 para pemohon SIM wajib mengikuti ujian teori maupun praktek mengendarai kedaraan tanpa pandang bulu.

Fredy Andi Baso, warga Jalan Pemuda Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok yang ditemui NEWSMETRO.CO saat sedang melaminating SIM golongan A yang baru diperolehnya mengaku senang dengan pelayanan petugas Satpas yang ada Di pasar segar.

“Terus terang saya puas dengan pelayanan di Satpas ini, soalnya petugas disini sopan-sopan, selain itu   enggak ada calo yang ngejar – ngejar saya.” Mudah – mudahan ditempat lain juga pelayanannya seperti disini.” Ujar pria asal Ujungpandang ini sembari mengacungkan jari jempol kanannya kepada NEWSMETRO.CO

Seperti halnya Fredy, hal senada disampaikan juga oleh Simanongkalit. Menurut dia, selain pelayanannya baik, di Satpas  tersebut diakuinya tidak terlihat adanya calo ytang berkeliaran.
“Sejak aku sampai di sini, tidak ada calo yang hampirin aku. Kalu disini ada calo, waktu aku markir motor aja pasti udah ada yang nyamperin aku,  tapi ini enggak ada, padahal kalau ada aku malah mau minta bantuan mareka biar aku engak cape-cape lagi.” jelas pria pemohon SIM C ini.
Pengakuan Fredy dan Simanongkalit ternyata berbeda dengan Erny. Warga Kecamatan Tapos ini justeru mengaku sangat kecewa atas kegagalannya saat mengikuti ujian praktek.

“Terus terang saya sangat kecewa karena enggak lulus praktek, padahal persoalannya hanya dua kali nurunin kaki waktu di belokan angkah delapan, yang lebih kecewa lagi, saat saya minta bantuan sama polisi yang ngetes saya, eh dia gak mau, padahal saya mau ngasi duit bukan gratis. Dari SD saya sudah bawa motor pak, tapi waktu dites saya dilihatin polisi sama orang banyak, akhirnya saya grogi,” jelas ibu ini.

Sementara terkait masalah ini, Ipda H. Edy Warsito, Panit SIM Satpas Mapolres Kota Depok yang dihubungi NEWSMETRO.CO lewat telepon selulernya membenarkan keterangan yang disampaikan ketiga pemohon SIM tersebut.

“Saya rasa keterangan yang disampaikan ketiga pemohon SIM itu sudah mewakili kami untuk menjawab tudingan bahwa proses pembuatan SIM disini diwarnai aksi Pungi dan percaloan, jadi gak perlu kami jawab lagi, kan mereka sudah jawab.” Ujar H. Edy kepada NEWSMETRO.CO singkat.
Dari pantauan NEWSMETRO.CO ditempat ini, terlihat sejak pagi hingga selesai para pemohon SIM dengan tertip dan sabar menunggu giliran untuk

mengikuti ujian teori, begitu pun dengan puluhan pemohon yang akan mengikuti ujian paraktek.
Namun dari sekian pemohon, tidak sedikit yang merasa kecewa karena tidak lulus dalam mengikuti ujian teori, begitupun dengan pemohon lain yang gagal dalam ujian praktek sehingga harus mengulangi lagi 7 hari kemudian. (TIM)

 

Facebook Comments
2685 DIBACA 3 HARI INI

Redaksi

ADMIN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *