Mayjen TNI (Purn) T. Zaenudin Geram, Taman Makam Pahlawan Dijadikan Tempat Pembuangan Sampah

CIANJUR, NEWS METRO.CO – Sampah memang merupakan persoalan yang sangat utama ditiap wilayah yang berpenduduk padat, karena itu pemerintah daerah selalu dibuat pusing dengan masalah yang satu ini.

Seperti yang terjadi di Kecamatan Sukanagara Kabupaten Cianjur yang penduduknya tergolong padat ini. Kemungkinan karena kesulitan mencari lokasi strategis untuk tempat Pembuangan Sampah, maka Camat setempat mengijinkan petugas kebersihannya untuk menjadikan Pemakaman Taman Makam Pahlawan (TMP) untuk dijadikan Tempat Pemuangan Sampah Sementara (TPSS).

Menurut keterangan, aksi tidak terpuji ini dilakukan petugas kebersihan Kecamatan setempat sejak 4 bulan yang lalu atas suruan Camat Sukanagara. Ulah Camat Sukanagara yang mengijinkan TMP tersebut dijadikan tempat pembuangan sampah, menunjukkan ketidak mampuan pemerintah setempat, khususnya dinas kebersihan dalam menanggulagi masalah sampah yang setiap hari mencapai ratusan ton kubik diwilayah ini.

Sesuai intruksi petugas kebersihan kecamatan, setiap hari sampah kami harus ditaru didepan rumah masing-masing, setelah itu diangkut oleh petugas menggunakan bejak motor lantas dibuang ke Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPSS) yang berlokasi di TMP. Jelas beberapa warga kepada NEWS METRO.CO.

Dalam pantauan NEWS METRO.CO beberapa waktu lalu dilapangan, terlihat kondisi TMP tersebut sangat memprihatinkan, sebab selain kelihatan kumuh, seriap hari tumpukan sampah ini menebarkan bau tak sedap sehingga sangat mengganggu masyarakat yang melintas.

Data yang diperoleh NEWS METRO.CO menunjukkan bahwa kehadiran ratusan perumahan, pertokoan serta pasar adalah salah satu penyumbang sampah terbesar diwilayah tersebut.

Yang sangat disayangkan, meski aksi pembuangan sampah dilokasi TMP ini ditentang masyarakat, polsek dan koramil setempat karena mencoreng harkat dan martabat para pahlawan, namun tidak digubris oleh Camat yang dikenal masyarakat arogan tersebut, malah sebaliknya bersikap apatis alias masa bodoh.

“Taman Makam Pahlawan kan tempat peristirahatan terakhir para pejuang kusuma bangsa yang telah mengorbankan jiwa dan raganya untuk Negara ini. Untuk menghormati jasa para pahlawan, sudah sepantasnya TMP ini kita jaga, tapi sayangnya yang terjadi di areal TMP Sukanagara ini justeru dijadikan tenpat pembuangan sampah atas seijin Camat. ” Ujar warga kabupaten Cianjur yang minta dirahasilan jati dirinya kepada NEWS METRO.CO.

Sementara terkait masalah ini, MAYJEN TNI (Purn) T. Zaenudin yang dihubungi NEWS METRO.CO lewat telepon selulernya Senin (19/3/2018) di kediaman HM Steven Lee Lahengko, Ketua Umum Lembaga Anti Korupsi Republik Indonesia  (LAKRI) di Bandung mengutuk aksi Camat tersebut.

Menurut MAYJEN TNI (Purn) yang juga Ketua Pembina LAKRI tersebut, tidak benar dan tidak pantas serta penghinaan terhadap para pahlawan dan keluarganya kalau TMP itu dijadikan tempat pembuangan sampah, sebab katanya, kemerdekaan Negara ini tidak terlepas dari jasa – jasa para pahlawan, maka dari itu harus kita hormati.

Lebih lanjut dikatakannya, kalau benar TMP tersebut di-ijinkan oleh Camat untuk dijadikan tempat pembuangan sampah, maka saya katakan pejabat pemerintahan setempat adalah goblok dan tidak mengerti aturan.”

“Kalau benar Tempat Pembuangan Sampah Sementara di TMP ini di-ijinkan oleh Camat, maka pejabat pemerintahan setempat tolol. Serta buta terhadap aturan.” Imbuh T. Zaenudin kepada NEWS METRO.CO dengan nada agak kesal.

Pada kesempatan ini dia pun mengatakan, sebagai bentuk keprihatinan serta menghormati jasa para pahlawan, maka ia berjanji dalam waktu dekat ia dan Pimpinan Umum Dewan Pimpinan Nasional LEMBAGA ANTI KORUPSI REPUBLIK INDONESIA HM. Steven Lee Lahengko, SH, akan meninjau ke lokasi TMP tersebut.

Dikatakannya lagi, agar masalah ini diketahui oleh pemegang toritorial setempat, ia menyarankan agar NEWS METRO.CO menanyakan masalah ini langsung kepada Komandan Kodim (Dandim) 0608 Kabupaten Cianjur.

“Coba ditanyakan masalah ini kepada Dandim 0608 Kabupaten Cianjur sebagai pemegang teritorial di sana agar diketahuinya. Kemungkinan masalah ini belum sampai kebeliau sehingga belum ditindak lanjutinya.” Jelas Mayjen TNI (Purn) T. Zaenudin yang juga mantan Ketua SAR di era presiden SBY ini diakhir penghujung wawancara dengan NEWS METRO.CO.

Ditempat terpisah, Andri salah satu tokoh pemuda Sukanagara yang ditemui NEWS METRO.CO menyayangkan akan masalah ini. Dia sangat mengharapkan agar pemerintahan daerah, khususnya dinas kebersihan dan pemerintahan kecamatan secepatnya mencarikan solusi untuk pembuangan sampah ditempat lain.

Hal itu katanya dimaksudkan agar TMP tersebut bebas dari sampah dan terjaga kebersihannya. Marilah kita hormati jasa para pahlawan yang ada di TMP ini, sebab Negara yang maju adalah Negara yang tidak melupakan perjuagan para pahlawan, ujarnya.

Sedangkan Firman Edy, Camat Sukanagara yang akan dikonfirmasi NEWS METRO.CO terkait masalah tersebut tidak berada ditempat. Hingga berita ini diturunkan, Camat tersebut belum dapat ditemui. (DRI)

Facebook Comments
2846 DIBACA 1 HARI INI

NEWSMETRO

ADMIN

3 tanggapan untuk “Mayjen TNI (Purn) T. Zaenudin Geram, Taman Makam Pahlawan Dijadikan Tempat Pembuangan Sampah

  • 19 Maret 2018 pada 23:33
    Permalink

    Dengan segala hormat, bahwasannya kejadian apa yg disampaikan oleh media ini, perlu saya klarifikasi diantaranya :
    1. Makam pahlawan yang disampaikan memang betul ada, namun secara tidak langsung bahwasannya makam pahlawan tersebut kami rasa yang memelihara hanya kami saja sejak tahun tahun kebelakang sesuai fakta dan seorang veteran. Tidak ada seorangpun yang peduli terhadap makam tersebut. Sehingga kondisinya memperihatinkan
    2. Kami selaku orang yg sangat memperhatikannya thdp makam tsb dan kebetulan ada rasa tanggungjawab terhadap permasalahan sampah dan dengan berbagai kekurangannya utk pengelolaan yang sifatnya sementara dan kebetulan bahwa asset tanah tersebut merupakan salah satu asset kami (pemda). Maka kami pergunakan utk uji coba pengolahan sampah dengan catatan tidak akan selamanya menggunakan asset tersebut. Dan sesuai dengan kebijakan kami serta secara etika kami telah berkoordinasi dgn pehak terkait sepakat menggunakan lahan tersebut yg sifatnya sementara.
    3. Dan sebagai bahan informasi bahwa kami sadar dan tahu tentang eksisting lahan tsb. Sehingga sesuai dengan rencana sampai bulan juli kami akan pindah tempat. Dengan catatan bahwa apa yang telah kami gunakan akan kami bersihkan sesuai kondisi awal.
    4. Perlu kami sampaikan sebelumnya makan tersebut selalu dipenuhi ilalang dan tidak terawat. Namun setelah kami ada alhamdulillah secara tidak langsung makam selalu dirawat dan selalu mendoakan para ahli kubur disana.meskipun kondisinya ada hasil pengolahan sampah disana dengan batasan tertentu. Dan kami selalu memperlihatkan kerja kami baik terhadap rekan kerja kami baik dari unsur TNI maupun Polri dan warga.
    5. Adapun tehnik yang kami gunakan tidak berarti menyimpan sampah selamanya disana tetapi dikelola seperti halnya organik kita ambil untuk bahan pupuk, yang tdk bermanfaat dibakar serta abu pembakarannya dicampur organik sehingga bermanfaat utk petani.
    6. Secara umum kami sudah bisa menyelamatkan lingkungan yaitu bersihnya sungai cibalapulang dan hal lainnya.
    7. Dengan adanya gerakan ini kedepan kita tidak akan menggunakan asset tersebut dan rencana kami akan membangun pengolahan sampah ditempat yang baru sesuai dengan rencana yg disebutkan di atas hanya sampai bulan juli.
    8. Kami yakin dengan adanya laporan ini rekan rekan hanya menilai dari permukaan saja tida memandang lebih jauh, dan kami yakin ada orang dibalik ini mengharapkan apa yang menjadi gerakan kami tidak sukses meskipun kami menyadari melihat situasi kondisi saat ini hanya mengandalkan kemampuan kami tanpa ada anggaran se sen pun tapi kami sepakat dan yakin hal ini mempunyai nilai yang positif.
    9. Diakhir pernyataan ini kami mohon maaf apabila ada yang tidak berkenan, tapi sekali lagi keadaan eksisting makam pahlawan akan kembali ke semula dan tidak ada kegiatan pengolahan sampah disana. Semoga dengan catatan ini bapa atau para pihak dapat mengerti dan memahaminya. Sekali lagi gerakan yanga ada semoga dapat sukses utk menjaga lingkungan yang telah diciptakan Alloh SWT adapun kekurangannya karena kesalahan kami. Insyaalloh Alloh tidak akan merubah suatu kaum apabila kaum tersebut tdk mau merubahnya. Dan dalam kesulitan akan ada kemudahan dibaliknya insyaalloh.
    Semoga komentar ini menjadi bahan sebagai klarifikasi serta kami tunggu apabila ada hal hal yang dirasakan kurang sekaligus semoga apa yg menjadi permasalahan kita bersama dapat dibantu oleh seluruh komponen agar negara bangsa ini lebih maju tidak berkutat dimasalah yg tidak menyelesaikan masalah. Amiin

    Balas
  • 21 Maret 2018 pada 04:48
    Permalink

    Taman makam pahlawan adalah bukti sejarah, kita merdeka karena mereka, mereka berjuang karena mereka sayang sama kita, sekecil apapun pengorbanan mereka sudah selayaknya kita kenang, sudah sepantasnya kita jaga.
    Apakah tidak ada alokasi biaya dari pemerintah untuk mengenang sejarah? Memperbaiki taman makam pahlawan tersebut agar bisa terjaga?
    Rasanya jika pemerintah setempat tidak menganggarkannya saya pribadi rela dipungut iuran 100.000 asalkan bukti sejarah tersebut bisa terjaga.
    Dalam kenyataan nya bukti sejarah tersebut di terlantarkan bahkan di jadikan tempat pengelolaan sampah, saya sebagai warga sukanagara menyampaikan kekecewaan yang teramat dalam pada hal ini, walaupun sipatnya sementara saya rasa tidak pantas tempat pemakaman pahlawan di jadikan tempat pengelolaan sampah. Mari kita perbaiki. #save_tamanmakampahlawan_sukanagara.

    Balas
  • 3 April 2018 pada 12:58
    Permalink

    Mungkin kurangnya sosialisai terhadap masyarakat sehingga ketidaktahuan masyarakat menjadi tindakan, dan penting juga berkoordinasi dengan masyarakat sebelum mengambil keputusan sehingga tidak menimbulkan fitnah dan prokontra. Tks

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: