Pembangunan kantor BUMDES Desa Cihaur diduga bermasalah

CIANJUR, NEWS METRO.CO – Penggunan nana pembangunan Kantor Usaha Milik Desa (BUMDES) Cihaur yang bersumber dari Dana Desa(DD) tahun 2017 sebesar 267 juta tidak transparan.
Hal tersebut dikatakan salah satu tokoh pemuda desa setempat berinisial ND kepada MEWS METRO.CO Minggu (18/3)
Diakui pria ini, Pembangunan kantor tersebut sebelumnya tidak di komunikasikan terlebih dahulu oleh panitia pembangunan kepada masyarakat. Padahal jelas – jelas sudah diatur dalam aturan dimana setiap pembangunan yang menggunakan DD harus melibatkan unsur masyarakat. Ini mah malah ditutup – tutupin alias tidak ditransparan, ada apa, tanya pemuda tersebut.
Pada pelaksanaan pembangunaan kantor tersebut katanya ditemukan juga ketidak beresan, pasalnya pondasinya masih menggunakan pondasi yang lama. Begitupun dengan gentengnya, agar kelihatan baru, maka direkayasa dengan cara dicat.
“Dugaan saya pembaguna kantor itu tidak sesuai Rencana Anggaran Belanja (RAB) serta ada penyelewengan anggarannya.”
Terkait dengan adanya dugaan penyelewengan dana pembangunan kantor itu, maka tokoh pemuda ini berharap agar aparat kepolisian menindak lanjuti masalah ini dengan serius. Jika terbukti ada penyelewengan, maka harus diproses sesuai hukum yang berlak, pintanya.
Saya selaku tokoh pemuda desa Cihaur tidak terima kalau penggunaan dana desa dilakukan dengan cara tidak tranparan kepada masyarakat. Jangan sampai Dana Desa yang digelontorkan pemerintah pusat desa Cihaur sampai diselewengkan oleh Kepala Desa dan perangkatnya. Lanjut pria ini memperingatkan.
Sementara bebera warga setempat yang ditemui NEWS METRO.CO menjelaskan bawasanya selama pembangunan tidak pernah melihat ada yang mengerjakan pondasi. Mereka juga mengakui bahwa genteng yang digunakan pada bangunan kantor itu menggunakan genteng bekas yang dicat.
Namun ketika hal tersebut akan dikonfirmasi NEWS METRO.CO Jumat (16/3/2018) Kepala desa Ciahur tidak berada ditempat. Aswin, bendahara desa Cihaur yang dijumpai membantah kalau dikatakan ada dugaan penyelewengan dalam pembangunan kantor tersebut.
Pada kesempatan ini Aswin berusaha menjelaskan kepada NEWS METRO.CO dimana dibeberapa sudut dibuatkan pondasi baru. Terkait dengan itu, kata Aswin, biaya pembangunan kantor tersebut membengkak, sehingga pihak kelurahan mengalami kerugian, boro – boro ada penyelewengan. Ujarnya sembari meninggalkan NEWS METRO.CO dengan gaya yang angkuh. (Dri)

321 DIBACA 1 HARI INI

NEWSMETRO

ADMIN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: