Dana APBN Pemeliharaan Jalan Likupang – Wori 2017 Diduga Diselewengkan PPK DPU Provinsi Sulut

MANADO, NEWS METRO – Guna menagantisipasi terjadinya Korupsi Kolusi dan Nepotisme di Negara ini, Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia menerbitkan Undang – Undang (UU) Keterbukaan Informasi Publik (KIP).

Hal tersebut dimaksudkan agar masyarakat, LSM, Ormas, Pers mudah mendapatkan informasi yang seluas- luasnya mengenai penggunaan anggaran, terlebih khusus pada proyek – proyek yang didanai oleh Pemerintah Daerah lewat APBD maupun yang didanai oleh Pemerintah Pusat melalui APBN.

Namun yang terjadi di Provinsi Sulawesi Utara justru kebalikannya. Kebanyakan Pejabat di wilayah ini sangat tertutup bahkan sulit ditemui oleh wartawan dan LSM. Padahal diwilayah
ini banyak proyek yang terindikasi bermasalah yang perlu dikonfirmasi.

Contohnya seperti pemeliharaan jalan di Kecamatan Wori – Likupang, Kabupaten Minahasa Utara(Minut), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Dari hasil investigasi News Metro Kamis sore (11/1/2018), terlihat puluhan kilo meter jalan diwilayah ini rusak parah. Selain berlobang, dikedua sisi jalan dipenuhi oleh rumput lebat serta pohon – pohon yang tumbang.

Disamping itu, di Desa Kulu didapati ada sebuah proyek pekerjaan Plat Deker yang sedang dikerjakan. Namun karena tidak terpasang papan proyek, maka tidak diketahui siapa pelaksananya, menggunakan anggaran tahun berapa, dari mana anggarannya serta berapa biayanya. berkaitan dengan itu, masyarakat menjulukinya proyek siluman.

Parahnya lagi, dari Observasi News Metro, terlihat proyek pekerjaan Plat Deker yang entah dikerjakan oleh siapa ini, dilakukan sacara asal – asalan. Masalahnya, 75 % proyek tersebut masih menggunakan pondasi serta kerangka lama yang sudah termakan usia.

Anehnya, meski pondasi serta kerangkanya sudah tidak layak, namun yang diganti hanya lantai bagian atas. Karena bagian bahwa masih menggunakan kontruksi lama, dikuatirkan proyek tersebut tidak kuat menahan beban hilir mudik kendaraan yang melintas diatasnya.

Terkait dengan itu, Nuryanto Mamonto, Ketua DPP LSM Aliansi Masyarakat Peduli Rakyat Kecil (ALMASPERAK) angkat bicara. Menurut dia, secara teknis, kalaupun Plat Beker tersebut di renovasi atau direhab, mestinya kaki plat beker direhab juga karena kondisinya sudah tidak memungkinkan lagi untuk menopang beban Plat Deker diatas.

“Kedua kaki Plat Beker yag saya katakan sudah tidak bisa digunakan lagi, karena tidak ada lantai untuk mengikat kedua beton, sebab lantainya sudah rusak. Jadi ketika ada beban dari atas, maka yang dibawa pasti bergoyang,“ ujarnya.

Lebih lanjut Nuryanto menambahkan, jika dilihat dari kondisi sebelum dan sesudah direhab, kekuatannya sama saja, tidak ada perubahan yang siknifikan. Yang lebih memperparahnya lagi, lanjut dia, besi penulangan yang dibuat pada Plat Beker tersebut, tidak utuh, tapi terputus. Selain itu, pada ujung – ujung besi terlihat tidak dibuat berbentuk leter-u .

Anehnya, ketika hal tersebut akan dikonfirmasi, Murni Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Sulawesi Utara tidak mau ditemui. Begitupun saat dihubungi lewat telepon selulernya, padahal sudah berkali – kali dihubungi tapi PPK tersebut tetap tidak meresponnya.

Sementara Sandra Lengkong, mantan PPK Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Sulawesi Utara yang ditemui dikantor Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) wilayah XV Provinsi Sulawesi Utara mengatakan, pemeliharaan jalan di wilayah Kabupaten Minahasa Utara saat ini bukan kewenangannya lagi tapi Ibu Murni.

“Pemeliharaan jalan di wilayah Kabupaten Minahasa Utara bukan pekerjaan saya lagi, sejak tahun 2016 saya sudah pindah ke BPJN, jadi masalah itu tanyakan saja sama ibu Murni.” Ujar Sandra Lengkong, pejabat yang dikenal jarang mematikan telepon selulernya.
Sayangya, hingga berita ini diturunkan, Pejabat Pembuat Komitmen tersebut belum dapat ditemui, begitupun saat dihubungi lewat telepon selulernya, selalu tidak mau diangkat.

Informasi yang santer beredar dikalangan LSM dan wartawan, dikatakan bahwa diduga ada oknum pejabat berpengaruh dilingkungan kantor Gubernur Provinsi Sulawesi Utra yang mengamankan jabatannya, dengan begitu ia tidak gentar terhadap wartawan, LSM dan Ormas meski terindikasi ada penyimpangan anggaran APBN tahun 2017 untuk pemeliharaan jalan Likupang – Wori puluhan KM. (Vence K/John Sela)

22 DIBACA 1 HARI INI

NEWSMETRO

ADMIN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: