Puluhan Warga Gelar Unjuk Rasa, Minta Pemkab Cianjur Batalkan Pembungkaran SDN Ibu Siti Jenab

CIANJUR, NEWS METRO.CO – Cucu keturunan almarhum Nyi Rd Siti Djenab bersama Aliansi Rakyat Sugih Mukti untuk Cianjur mendatangi Pendopo Cianjur, meminta kebijakan pemerintah Kabupaten(Pemkab)Cianjur  supaya membatalkan pemembongkaran SDN Ibu Siti Jenab yang rencananya dijadikan  lahan parkir, Senin (22/01).

Dalam Aksi unjukrasa tersebut  terlihat beberapa cucu keturunan dari Almarum Ibu Siti Djenab, Memet Hakim dan Boyke Hakim.
 Peserta aksi unjukrasa dalam tuntutannya sambil membawa alat peraga penuh dengan tulisan mengkritisi dan meminta kebijakan dari Bupati Cianjur atas pembongkaran SDN Ibu Jenab 1.Saat aksi berlangsung diterima oleh Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi Statistik, Suprayogi.
Arifin Hakim ,Cucu Ibu Siti Djenab meminta kepada pemerintah Kabupaten Cianjur untuk mengurungkan niatnya atas pembongkaran SDN Ibu Siti Djenab ,dan tidak lagi  melakukan aktivitas di bangunan tersebut.
“Kami dari cucu Ibu Siti Djenab meminta kepada pemkab cianjur khususnya Bupati  agar jangan dulu ada aktivitas,sebelum kami bertemu dan melakukan audiensi ,” ujarnya.
Menurutnya,kadatangan kami  bersama Aliansi Rakyat sugih mukti untuk Cianjur kesini,untuk meminta kebijakan dan sekaligus mengkritisi atas pembongkaran gedung sekolah yang sangat bersejarah tersebut.
“Jadi kami datangnya kependopo tidak lain ingin bertemu dulu dengan pemangku kebijakan di Kabupaten Cianjur.Jangan seenaknya saja main bongkar,”tasdasnya.
Kordinator Aksi Ridwan Mubarak mengatakan,dalam aksi ini ada lima tuntutan yang menjadi pokok, tuntutan yang pertama peserta  aksi meminta dikembalikannya fungsi awal gedung SDN Ibu Jenab I sebagai lembaga pendidikan bukan lahan parkir.
“Kembalikan lagi putra putri peserta didik SDN Ibu Jenab I untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar ke tempat semula,” kata Ridwan.
Ridwan mengatakan pemerintah secara hukum harus bertanggungjawab atas perusakan yang telah dilakukan atas gedung SDN Ibu Jenab I.
“Dan kembalikan  tarif retribusi parkir kendaraan ke tarif semula, karena Perbup No 44 Tahun 2017 tentang perubahan retribusi, bertentangan dengan UU No 28 tahun 2009 tentang pajak daerah dan retribusi,” ujarnya.
Dia mengatakan para pegunjukrasa juga menuntut untuk segera dibuka kembali Jalan Siti Jenab untuk kepentingan publik bukan untuk kepentingan proyek yang hanya memguntungkan segelintir orang.
Sementara itu,Kadis Infokom Kabupaten Cianjur Suprayogi, berjanji kepada para pseserta aksi  akan segera menyampaikan tuntutannya ke Bupati untuk mengadakan mediasi.
“Dalam 1 minggu kedepan saya berjanji pasti bisa bertemu dengan Bupati untuk mengadakan mediasi apa yang menjadi tuntutan pengunjuk rasa hari ini,”ucapnya(MG2)
Facebook Comments
38 DIBACA 1 HARI INI

Redaksi

ADMIN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: