Unjuk Rasa Di Kantor Pemkap Bolmong, Warga Meminta Tangkap Abner Patras Cs

SULUT, NEWS METRO –  Sebanyak 200 warga dari beberapa desa diwilayah Poigar bersama karyawan PT Malisya Sejahtera (PTMS) 6 April 2017 lalu serunjuk rasa di Kantor Bupati Bolaang Mongondow, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).
Ratusan massa yang menamakan diri  Solidaritas Masyarakat Cinta Damai Tiberias (SMCDT) ini didampingi oleh Kordinaror Lapangan (Korlap),Wlliam Sirih Darea dan Yornal Takasihaeng.
Dari  tempat berkumpul, dengan membawa spanduk  sekira jam 09. 15 wita  mereka berangkat menuju kantor bupati menggunakan 2 bus, 9 mobil pribadi  dan 10 sepeda motor.
Dalam perjalanan para pengunjuk rasa ini mendapat pengawalan ekstra ketat dari  tujuh  anggota Polsek Poigar yang dipimpin oleh Kapolsek, Ipda Kahari.    
Sekitar jam 10.30 wita, sesampainya di jalan masuk yang kurang lebih berjarak 200 meter dari kantor bupati, ratusan pengunjuk rasa ini mengadakan  doa bersama.
Usai doa bersama kemudian mereka melanjutkan perjalanan. Sekira  jam 11.30, setibanya didepan kantor bupati, bagaikan  kilat disiang bolong, tanpa dikomandoi dengan menggunakan pengeras suara dan membentangkan spanduk  mereka langsung  menyampaikan orasinya.
Dalam orasinya mereka menuntut agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow (Bolmong) bertindak tegas dan mengusir kelompok Apner Patras cs  yang menghalang – halangi  aktifitas warga dan karyawan  PTMS.
Kami minta agar aparat kepolisian segera menangkap Abner Patras karena tindakannya merupakan tindakan premanisme dan terorisme mulai dari blokade jalan Trans Sulawesi  sampai penyerangan masyarakat hingga  menelan korban jiwa.
Setelah setengah jam melakukan orasi didepan kantor bupati, sekitar jam 12. 00 wib, 10 perwakilan pengunjuk rasa diterima  oleh Asisten 1 Drs. Cristoper Kamasaan, MM, Asisten 2 Ir. Hi. Sonda Simbala, Kabag Hukum Erni Mokoginta, Kasat Pol. PP Imbran Nantuju dan KBO Sat Intelkam Iptu M. Asfah.
Dalam pertemuan itu, disepakati bahwa permintaan para pengunjuk rasa akan ditindak lanjuti  secara serius dan akan segera dilaporkan  kepada Pjs bupati Nixon Watung yang saat itu tidak berada ditempat karena sedang menjalankan tugas ke luar daerah.

Tuntutan karyawan PTMS yang meminta perlindungan  dari intimidasi  yang di lakukan Kelompok Apner Patras cs  dalam menghalang – halangi  kegiatan pekerjaan kami, diakomodir oleh Pemkab Bolmong. Jelas salah satu karyawan PTMS kepada News Metro.
Kami meminta tangkap Abner Patras karena tindakannya merupakan tindakan premanisme dan terorisme mulai dari blokade jalan trans sulawesi  sampai penyerangan masyarakat sehingga menimbulkan korban jiwa, lanjut pria tadi.
Selaku korlap Yornal Takasihaeng mangatakan,  tuntutan kami tidak lain adalah  agar bupati bertindak  tegas, karena dalam keputusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) lokasi tanah yang diduduki Apner Patras cs  di menangkan oleh PTMS.
Terkait masalah ini, kami selaku karyawan PTMS bersama masyarakat Poigar dan sekitarnya meminta agar  bupati jangan pilih kasih. Agar masalah ini tidak berlarut – larut, dan tidak menimbulkan  hal – hal yang tidak di-inginkan, kami minta agar proses eksekusi dari pengadilan harus segera di laksanakan,  tutur Yornal.(Tim)
Facebook Comments
17 DIBACA 1 HARI INI

Redaksi

ADMIN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: