Kapolsek Jagakarsa Lepas 6 Tahanan Narkoba

Jakarta, News Metro Online – Setelah nama Kasat Narkoba Polres KP3 Belawan, AKP. Ihwan Lubis mencuat kepermukaan terkait kasus dugaan pencucian uang dan peredaran narkoba diperairan belawan, kini giliran oknum Kapolsek Jagakarsa, Kompol SB dan Panit Narkoba berinisial DS yang dituding melakukan tindakan melawan hukum dengan cara melepas 6 tahanan narkoba.
Informasi yang

santer beredar dikalangan wartawan, kedua oknum polisi ini nekad melakukan perbuatan terkutuk tersebut karena disinyalir mendapat imbalan ratusan juta rupiah dari para keluarga pelaku.

Peristiwa yang terjadi Januari 2016 ini baru terungkap tiga bulan kemudian setelah adanya informasi dari warga masyarakat Jalan Musyawarah, Kelurahan Jagakarsa, Jakarta Selatan yang curiga melihat tetangganya yang belum lama mendekam di sel polsek Jagakarsa karena kedapatan memiliki 1 paket sabu dan bong dirumahnya namun sudah dibebaska.  
Berbagai keterangan yang dirangkum News Metro dilapangan, dikatakan, Sabtu Sore 30 Januari 2016, setelah mendapat informasi dari masyarakat, petugas kepolisian polsek Jagakarsa dipimpin Panit Narkoba berinisial DS menggrebek rumah Zarkasih di seputaran Jalan Musyawarah No.29/E RT.007/04 Kalurahan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Dalam pengerebekan tersebut, petugas berhasil menangkap empat terduga pengguna narkoba yakni, Zarkasih, Ridwan, Sony dan Kosasih. Selain menangkap ke empat tersangka, petugas juga mengamankan barang bukti 1 paket sabu dan bong tanpa perlawanan.
Untuk memastikan ke empat orang tersebut pengguna narkoba atau tidak, lantas diadakan pemeriksaan urine. Dari hasil pemeriksaan, ke empatnya dinyatakan positif pengguna narkoba.
Drama perburuan para pengguna narkoba ini ternyata tidak berhenti sampai disitu saja, dari hasil intrograsi, Zarkasih mengakui bahwa narkoba yang disita petugas dirumahnya adalah milik mereka berempat, sabu tersebut kata Zarkasih, didapat dari Cecep Hidayat.
Mendapat informasi berharga dari Zarkasih, tanpa membuang waktu pasukan yang dikomandoi DS bagaikan kilat disiang bolong langsung bergegas ke rumah Cecep Hidayat yang berada di Jalan Sagu, Gang Mushollah, Rt.005/07 Jagakarsa, Jakarta Selatan. Dirumah tersebut, DS dan anggotanya kembali memetik hasil karena dapat menangkap Cecep Hidayat dan M.Dahlan berikut 1 paket sabu.
Informasi yang diperoleh News Metro, dari hasil tes urine, ke 6 orang yang ditangkap tersebut positif menggunakan narkoba jenis sabu, namun hanya Zarkasih dan Cecep Hidayat yang kedapatan memiliki barang bukti.
Namun Ironisnya, sekitar 2 Februai 2016, seusai keluarga pelaku dan oknum polisi polres Jakarta Selatan berinisial RH menghadap Kapolsek, lantas pada jam 20.00 Wib ke enam tersangka tersebut tidak lagi berada di ruang tahanan polsek Jagakarsa.
H. Samad, warga Jalan Musyawarah yang kediamannya persis berhadapan dengan kediaman Zarkasih, ketika dikonfirmasi membenarkan adanya penangkapan tersebut.
“Benar pak, Sabtu sore Januari 2016 Zarkasih sama temannya ditangkap polisi dirumahnya, penangkapan itu sampe ditonton warga sekampung, pokoknya rame disini pak. Cuma saya heran, katanya Zarkasih ama tiga temannya ditangkap karena make narkoba, tapi Cuma sebentar ko udah pulang ya. Imbuh Samad yang diamini oleh puluhan warga setempat yang sejak awal ikut nimbrung mendengarkan wawancara News Metro dengan H. Samad.
Sementara Kapolsek Jagakarsa, Kompol SB yang akan ditemui News Metro terkait adanya dugaan pelepasan 6 tahanan narkoba, menolak diwawancarai. “Masalah itu tanyakan saja sama humas atau kanit Reskrim, saya cape dari tadi keliling.” Ujar Kapolsek sembari meninggalkan tim News Metro dengan agak sedikit ketakutan. Begitupun dengan Aipda Khairul, humas polsek Jagakarsa. Dari hasil wawancara terlihat seakan berusaha menyembunyikan peristiwa tersebut, bahkan terkesan pura – pura tidak mengetahui jika ada 6 tahanan narkoba yang telah dibebaskan.
“Sebelumnya saya tidak pernah mendengar masalah ini, saya sangat berterima kasih kepada tim News Metro atas informasi ini, nanti akan saya sampaikan kepada ibu Kapolsek.” Jelas Khairul
Jawaban Khairul yang dianggap tidak masuk diakal tersebut, mengundang pertanyaan besar dari seorang pengacara yang minta dirahasiakan jati dirinya saat diwawancarai News Metro. Menurut pengacara ini, semua humas yang ada ditingkat polsek, polres sampai tingkat mabes polri harus mengetahui persis proses keluar masuk tahanan. Itulah tugas humas. Jadi kalau ada humas yang tidak mengetahui kegiatan didalam instansinya, maka perlu dipertanyakan, ada apa.  
“Masa humas gak tahu kalau ada tahanan yang sudah bebas, jadi kalau tiba – tiba Kapolda melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) Kepolsek Jagakarsa, kemudian menanyakan ada berapa jumlah tahanan, berarti dia gak tau juga dong.” Jadi menurut saya, jawaban Aipda Khairul selaku humas polsek Jagakarsa yang katanya tidak mengetahui ada tahanan yang sudah bebas, itu hanya sekedar lips sevice belaka. Ujar pengacara tersebut.
Terkait dengan masalah oknum Kapolsek tersebut, akhirnya Johnny Kuron angkat bicara. Menurut Wakil Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Laskar Anti Korupsi P 45 ini, dalam waktu dekat pihaknya akan melaporkan dugaan kasus tersebut kepada Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Moehgiyanto.
“Karena Laskar Anti Korupsi (LAKI) P 45 telah bekerja sama dengan BNN Pusat dalam membasmi peredaran narkoba dinegara ini, maka sesuai perjanjian, kami akan melaporkan kasus ini kepada Kapolda Metro Jaya. Pasalnya, lanjut Johnny, kalau kasus dugaan pelanggaran hukum oknum Kapolsek Jagakarsa ini tetap dibiarkan, dan tidak di tindak lanjuti secara serius oleh Kapolda Metro Jaya, maka tidak menutup kemungkinan akan merusak citra polri dimata masyarakat.
Selain itu dikuatirkan akan bermunculan oknum – oknum Kapolsek yang nakal di tubuh Polri mengikuti jejak oknum Kapolsek Jagakarsa yang diduga melepas 6 tahanan narkoba dengan imbalan ratusan juta rupiah.
Namun yang sangat disayangkan, hingga berita ini diturunkan, Kapolsek Jagakarsa, Kompol SB tetap pada pendirian semula dimana sama sekali tidak mau diwawancarai wartawan. Begitupun halnya dengan DS, mantan Panit Narkoba yang kini ditugaskan pada Sentral Pelayanan Kepolisian (SPK) polsek Jagakarsa yang juga sulit diwawancarai wartawan. (Tim)
Facebook Comments
18 DIBACA 1 HARI INI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: