Pabrik Sarang Walet Pekerjakan Bocah 14 Tahun Digaji 25ribu/hari

Bogor, News Metro Online – Kendati telah diatur dalam Undang – Undang Tenaga Kerja Republik Indonesia perihal persyaratan memperkerjakan anak dibawah umur, nampaknya peraturan tersebut hanya dianggap angin lalu bahkan dikangkangi oleh CV. Prima Karya Makmur.

Perusahaan sarang burung walet yang berlokasi di Jalan Melati No.7 RT.02/RW.09 desa Kota Batu, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor tersebut, memiliki ratusan karyawan wanita, 50 diantaranya anak berusia
14 hingga 15 tahun.
Dari hasil konfirmasi tim News Metro dari beberapa karyawati yang masih berumur 14 tahun, diakui bahwa upah yang mereka terima dari perusahaan tersebut perhari hanya 25 ribu rupiah, jika dikalikan 24 hari, berarti dalam sebulan mereka hanya menerima gaji sebesar 600 ribu rupiah. Padahal UMR Kabupaten Bogor yang di sahkan Gubernur Jawa Barat, tahun 2015 adalah 2.655.000 (Dua Juta Enam Ratus Lima Puluh Lima Ribu Rupiah) per bulan.
Gilanya lagi, selain upah yang tidak layak, CV. Prima Karya Makmur juga tidak memberikan jaminan kesehatan kepada ratusan karyawatinya tersebut.
“Kalau kami sakit perusahaan tidak mau tanggung jawab pak, makanya setiap minggu semua karyawati yang berjumlah 140 orang kami mintai 1000 rupiah untuk uang kas. Uang ini akan kami gunakan kalau ada yang sakit.” Jelas salah satu karyawati perusahaan tersebut yang enggan menyebutkan jati dirinya kepada tim News Metro.
Parahnya lagi, perusahaan sarang burung wallet ini mempekerjakan anak dibawah umur melebihi jam kerja orang dewasa yaitu, mulai dari jam 07.30 hingga pukul 17.00 wib. Ketika hal tersebut dikonfirmasi tim News Metro, Hendro, salah satu karyawan kepercayaan pemilik perusahaan tersebut tidak membantahnya. Namun kata Hendro, jam kerja yang diberlakukan perusahaannya kepada puluhan anak dibawah umur tersebut sama sekali tidak melanggar aturan karena atas persetujuan orang tua mereka.
“Kami mempekerjakan anak dibawah umur ini atas seijin orang tuanya, ini ada buktinya, jadi kami tidak melanggar aturan” jelas Hendro seraya menunjukkan surat ijin orang tua dari Puluhan anak dibawah umur kepada tim News Metro.
Namun anehnya, setelah diteliti,   surat ijin orang tua yang diperlihatkan Hendro kepada tim News Metro, isi pernyataannya semuanya sama.
Kuat dugaan bahwa sebelumnya surat – surat pernyataan tersebut telah dibuat oleh pihak perusahaan dan bukan dari orang tua, sedangkan puluhan orang tua anak dibawah umur ini tinggal menandatanganinya.
Perbuatan tidak manusiawi yang dilakukan CV. Prima Karya Makmur terhadap anak dibawah umur ini diduga sengaja dilakukan untuk menghindar dari UMR.
Seperti diketahui bahwa untuk mempekerjakan anak dibawah umur telah diatur dalam Undang – Undang Ketenaga Kerjaan No.13 tahun 2003 pasal 68 ayat 1 dan 2 sebagai berikut.
1) Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 68 dapat dikecualikan bagi anak yang berumur antara 13 (tiga belas) tahun sampai dengan 15 (lima belas) tahun untuk melakukan pekerjaan ringan sepanjang tidak mengganggu perkembangan dan kesehatan fisik, mental, dan sosial.
(2) Pengusaha yang mempekerjakan anak pada pekerjaan ringan sebagai-mana dimaksud dalam ayat (1) ha-rus memenuhi persyaratan :
a. izin tertulis dari orang tua atau wali;
b. perjanjian kerja antara pengusaha dengan orang tua atau wali;
c. waktu kerja maksimum 3 (tiga) jam;
d. dilakukan pada siang hari dan tidak mengganggu waktu sekolah;
e. keselamatan dan kesehatan kerja;
f. adanya hubungan kerja yang jelas; dan
g. menerima upah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Bagi perusahaan yang melanggar ketentuan tersebut dipidana kurungan penjara paling lama 4 tahun atau denda paling tinggi 400 juta rupiah.
Terkait dengan pelanggaran yang dilakukan CV. Prima Karya Makmur yang mempekerjakan anak dibawah umur tidak sesuai persyaratan yang diatur dalam Undang – Undang No. 13 tahun 2003 pasal 68 tentang ketenaga kerjaan, maka diminta Kapolres Kabupaten Bogor harus bertindak. Pasalnya, kalau pelanggaran yang dilakukan CV. Prima Karya Makmur ini tetap dibiarkan, dan tidak ditindak tegas oleh jajaran Polres Kabupaten Bogor, maka dikuatirkan akan menghacurkan generasi penerus dimasa mendatang.
Selain itu, jika tetap dibiarkan, maka tidak menutup kemungkinan akan bermunculan puluhan korban –anak yang masih dibawah umur lainnya untuk kepentingan CV. Prima Karya Makmur. Imbuh tokoh masyarakat setempat yang diamini oleh puluhan warga lainnya. (Tim)
Facebook Comments
70 DIBACA 1 HARI INI

Redaksi

ADMIN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *