Dana 585 Juta Untuk ‘Russunawa Depok’ Diduga Dikorupsi Oknum Distarkim

Depok, News Metro OnlineSekalipun sudah tidak terhitung jumlah Pejabat di negara ini yang dijebloskan kedalam penjara akibat kasus korupsi, nampaknya tidak membuat para oknum pejabat di kota depok takut ataupun jerah, malah sebaliknya semakin menjadi.

Dari hasil investigasi News Metro beberapa waktu lalu dilapangan, didapati ada beberapa oknum pejabat Dinas Tataruang dan Pemukiman (Distarkim) Pemkot Depok yang disinyalir menyelewengkan dana APBD dan dana ABT tahun 2014 lalu.

Data yang diperoleh News Metro menunjukkan, anggaran yang diduga diselewengkan oknum Distarkim Kota Depok adalah anggaran APBD tahun 2014 untuk pemasangan instalasi listrik senilai kurang lebih 100 juta rupiah.

Seperti diketahui, pada pertengahan tahun 2014 lalu pemerintah Kota Depok mengucurkan dana sebesar kurang lebih 160 juta rupiah kepada Distarkim Kota Depok untuk pemasangan instalasi listrik Rusunawa.
Rencananya instalasi listrik tersebut sediahnya akan digunakan untuk mengganti meteran listrik yang selama ini digunakan penghuni Rusunawa secara gratis dengan meteran token PLN untuk lantai 1 dan 2 sebanyak 48 kamar. 

Namun dari hasil penelitian beberapa Direktur PLN Kota Depok bahwa instalasi listrik yang dipasang Yuri, (rekanan Pemkot Depok) tidak memenui standar alias asal jadi, akhirnya PLN memutuskan untuk tetap menggunakan instalasi listrik yang lama untuk pemasangan 48 token. Bukan itu saja, selain masalah instalasi listrik, anggaran ABT tahun 2014 sebesar 585 juta rupiah yang dialokasikan untuk fasilitas Rusunawa, diduga diselewengkan juga oleh oknum bendahara Rusunawa berinisial H.

Rincian dana ABT yang diperoleh News Metro dari sumber Bappeda Kota Depok antara lain, perbaikan Kantor dan perparkiran motor Rusunawa sebesar 148 juta rupiah, pengadaan sistem informasi pengelolaan Rusunawa 188 juta rupiah, pembuatan tenda dan perbaikan Masjid Nurul Hidayah Rusunawa 49 juta rupiah serta perjalanan dinas dan study banding non fisik 100 juta rupiah. 

Kepala Dinas Tataruang dan Pemukiman Kota Depok Kania, yang akan dikonfirmasi News Metro Selasa siang (11/8-2015) sekira jam 11.00 wib tidak berada di tempat. Oleh salah satu stafnya, dikatakan kalau atasannya tersebut sedang keluar ruangan dan tidak mengetahui pasti kemana perginya. 

“Ibu Kadis ga ada di ruangan, lagi keluar, ga tau kemana.” Ujar staf tersebut kepada News Metro.
Hingga berita ini diturunkan, Kania, Kepala Dinas Tataruang dan Pemukiman Kota Depok belum dapat ditemui.
Sementara mantan Kepala Dinas Tataruang Dan Pemukiman Kota Depok, Wijayanto, yang dihubungi News Metro lewat SMS beberapa waktu lalu mengatakan tidak tahu menahu akan masalah tersebut. 

“Duh gk tau bang… Sy sejak September dh di BLH. Gk rencanai n ngikutin ABT. Ujarnya lewat pesan singkat (SMS).

Namun ketika ditanya soal biaya pemasangan token listrik Russunawa sebesar 160 juta yang dikerjakan Yuri saat ia masih menjabat Kepala Dinas Tataruang dan Pemukiman Kota Depok, dikatakannya bahwa baik Distarkim maupun Yuri sama – sama rugi. (Johnny Kuron)

Facebook Comments
25 DIBACA 1 HARI INI

Redaksi

ADMIN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: