Gali Fondasi, Jemmy Temukan 2 Granat Aktif Diduga kuat, granat peninggalan PERMESTA

MINUT, NM Online – Dalam waktu satu minggu terakhir, Ibu Agustina Panambunan hendak membangun rumah toko (ruko) di Kelurahan Sarongsong Satu Lingkungan III Kecamatan Airmadidi Kabupaten Minahasa Utara.
Untuk itu pihaknya menggunakan jasa beberapa tukang bangunan, membangun ruko milik keluarga itu.

Sabtu 01/2, pukul 09.00 Wita, tukang bangunan Jemmy Goni (46) Warga Kelurahan Rap-rap Lingkungan II, menggali selokan sedalam 70 cm. Tiba-tiba dirinya melihat ada sebuah benda mirip batu bundar di galiannya.
“Waktu saya pungut hendak buang, saya merasa aneh sebab benda ini berat dan mirip granat,” jelasnya.

Oleh kepala tukang bernama Supardi (65) warga yang sama, granat itu langsung dibawa ke Koramil Airmadidi, diterima oleh Serma Halib Haedan.
“Jam 11.30, Supardi kembali lagi membawa benda serupa. Dan ke dua granat itu saya letakkan di meja piket,” kata Halib.

Kapolres Minut AKBP Djoko Winarto SIK, ketika dikonfirmasi wartawan via sms di nomor ponselnya terkait penemuan itu, enggan memberi balasan.

Hal itu menuai cibiran warga. Menurut John Simbuang warga Kelurahan Rap-rap, aparat harusnya bersinergi antara Polisi maupun TNI.
Dirinya menyesalkan, sampai berita ini terbit, kedua granat yang berbahaya itu masih teronggok di meja piket Koramil Airmadidi.
“Ada apa dengan Polres Minut, benda itu berbahaya. Sejak siang sudah ada anggota Polres Minut datang ke tempat ditemukan benda itu, bahkan anggota sudah memotret benda itu. Kenapa Polres tidak ada tindakan antisipasi maupun pengamanan,” semburnya.
John Simbuang mengaku tidak habis pikir dengan sikap Polres yang terkesan masa bodoh. “Apakah nanti menunggu granat sudah meledak dan makan korban baru bertindak, kalau sabung ayam dan korupsi, pasti langsung ditangani, sedangkan temuan granat, malah tidak di seriusi,” tandas Simbuang. (JOHN/FECKY)

Facebook Comments
20 DIBACA 1 HARI INI

NEWSMETRO

ADMIN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: