Dana Jamkesmas Tahun 2011 Disalah Gunakan RSUD Cianjur












Cianjur, NM Online
Dana Jaminan Kesehatan Masyarakat (JAMKESMAS) tahun anggaran 2011 sebesar Rp.2.464.620.163,96 di Kabupaten Cianjur di salah gunakan oleh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cianjur.
RSUD Cianjur mencairkan dana Jamkesmas sebelum di verivikasi oleh verifikator independen. Akibatnya jatah berobat gratis bagi masyarakat miskin berkurang millyaran rupiah.
Dalam pedoman pelaksanaan program Jamkesmas, bila belum di verivikasi oleh tim verivikator independen, maka dana Jamkesmas tersebut masih hak masyarakat, bukan hak RSUD Cianjur.
Tentu saja apa yang dilakukan oleh RSUD Cianjur merugikan masyarakat miskin sebagai sasaran dari program Jamkesmas, karena dana jaminan berobat secara gratis sebesar hampir 2,5 M diambil dan dialihkan peruntukannya.
Pihak RSUD Cianjur sendiri merasa apa yang dilakukannya sudah sesuai dengan Surat Edaran Mentri Kesehatan No.1216/Menkes/XII/2009 tanggal 15 2009 Desember. Dan mengakui dana sebesar Rp.2.464.620.163,96 di gunakan untuk biaya operasional RSUD Cianjur.
Padahal Surat Edaran tersebut berlaku untuk proses klaim Jamkesmas yang menggunakan INA DRG sudah tidak berlaku lagi sejak tahun 2011.
Ketika persoalan ini hendak di komfirmasi ulang ke pihak RSUD Kelas B Cianjur melalui humasnya yang bernama Diky, yang bersangkutan malah mengelak menjawab dan mempersilahkan wartawan News Metro untuk menemui Kantor inspektorat Daerah Kabupaten Cianjur saja.
Pihak Inspektorat Daerah Kabupaten Cianjur sendiri melalui Kepala Kantornya, H. Cecep Alamsyah, SKM, M.Kes, M.Si membenarkan adanya kesalahan mekanisme yang dilakukan oleh RSUD Kelas B Cianjur.
Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Cianjur (YLBHC) melalui ketuanya O, Suhendra, SH menegaskan bahwa praktek penyalahgunaan dana Jamkesmas adalah perampokan terhadap hak konsumen miskin di Cianjur. Dana sebesar itu bila di salurkan secara benar, bisa mengobati masyarakat lebih dari 2000 orang.
“Bila RSUD Cianjur mengatakan tidak ada kerugian Negara dalam penyalahgunaan dana Jamkesmas ini, munkin benar bila merujuk pada UU Anti Korupsi. Tapi yang harus mereka tebus adalah dosa terhadap rakyat miskin yang haknya mereka rampas.” Ujar O, Suhendra saat ditemui di ruang kantornya.
“Kita akan merangkum semua kesalahan yang dilakukan oleh RSUD Cianjur terhadap pasiennya dan akan kita laporkan ke Departemen Kesehatan di Jakarta dan Kejaksaan Tinggi Bandung.” Pungkasnya lagi. (Ruslan Ependi/Dri/Imron)

Facebook Comments
218 DIBACA 2 HARI INI

Redaksi

ADMIN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: