Kordinator Lalulitas Mabes Polri Diminta Bertindak Pendaftaran Kendaraan Baru Di Samsat Kab. Bogor Diwarnai Aksi Pungli

Kantor Bersama Samsat Kabupaten Bogor.

Kab. Bogor, News Metro Online
Sekalipun  sudah berkali – kali  diberitakan di media ini  perihal maraknya aksi Pungutan Liar (Pungli) di samsat Kabupaten Bogor, nampaknya  tidak membuat para oknum petugas di samsat kabupaten Bogor jerah ataupun takut. Malah  sebaliknya semakin menggila.
Kalau pun aksi Pungli di samsat Kabupaten Bogor ini  tetap dibiarkan, dan tidak segera ditindak lanjuti secara serius oleh Kodinator Lalulintas (Korlantas) Mabes Polri Irjen Pol. Joko Susilo, maka tidak menutup kemungkinan  akan menambah daftar panjang dosa Polri dimata masyarakat.
Dari hasil investigasi News Metro  baru – baru ini dilapangan, terlihat bahwa para oknum petugas polisi di samsat ini
sudah tidak malu – malu lagi untuk melakukan aksi Pungli terhadap para wajib pajak.  Bahkan para oknum polisi yang diduga sudah terkontaminasi dengan uang ini,  terlihat  sudah tidak takut lagi   untuk berterus terang meminta uang haram kepada para wajib pajak.
Lucunya lagi, sekalipun pada tempat – tempat strategis telah  dipasang spanduk himbauan agar tidak mengurus lewat calo, namun himbauwan tersebut dinilai tidak efektif. Pasalnya, para oknum petugas di samsat ini ikut melakukan praktek percaloan. Praktek percaloan yang dilakukan para oknum petugas tersebut, dirasakan  sangat  mengganggu proses pelayanan terhadap masyarakat yang akan membayar pajak.
Data yang diperoleh News Metro dilapangan menunjukan bahwa biaya pendaftaran sepeda motor  baru keluaran tahun 2012, oleh oknum petugas  diminta untuk membayar  biaya ACC sebesar 100 ribu rupiah.  Begitupun dengan kendaraan roda empat buatan tahun 2012,  yang juga diharuskan untuk membayar biaya ACC sebesar 500 ribu rupiah.
Disamping membayar  biaya ACC, kendaraan buatan tahun 2012 ini juga di wajibkan  untuk membayar  biaya pendaftaran.
Untuk jenis sepeda motor 120 ribu rupiah, dan kendaraan roda empat 175 ribu rupiah.
Ironisnya, sekalipun aksi Pungli tersebut setiap hari mewarnai proses pendaftaran kendaraan baru di samsat tersebut, anehnya tidak terlihat sedikitpun adanya tanda – tanda dari Kasat Lantas AKP Zeinal Abidin, untuk mencegah nya. Malah sebaliknya seakan akan tidak mengetahuinya. Begitu pun dengan para petinggi Polda Jawa Barat (Jabar) yang sepertinya tidak mau tahu.
Sikap apatis petinggi Polda Jabar, menimbulkan tanda tanya  di kalangan wartawan serta masyarakat.  Apa benar para  petinggi polda Jabar tidak mengetahui adanya aksi Pungli di samsat Kabupaten Bogor, atau sebaliknya malah tidak mau tahu. Padahal Presiden SBY sendiri pun sangat mendukung proses pemberantasan Korupsi Kolusi dan Nepotisme di Negara ini.
Dalam acara jumpa Pers baru – baru ini disalah satu stasiun televis, Presiden memaparkan bahwa telah menandatangani 165 berkas kasus Korupsi yang menyeret pejabat Negara seperti Walikota, Bupati dan pejabat tinggi Negara lainnya.
  Namun aksi pemberantasan KKN oleh Presiden SBY, ternyata tidak menyurutkan tekad oknum petugas Samsat  Kabupaten Bogor untuk tetap melakukan aksi  Pungli.
Salah satu pemegang kuasa  yang  mendaftarkan sepeda motor merek Yamaha buatan tahun 2012 dengan  Nopol F 6605 PG mengaku sangat kecewa dengan aksi Pungli yang ada di samsat tersebut.  “Saya diminta sama oknum petugas harus  membayar biaya ACC sebesar 100 ribu rupiah dan biaya pendaftaran kendaraan baru 120 ribu rupiah.” Jelas pria ini dengan nada  agak kesal.  Hal senada dikatakan  juga oleh  wanita salah satu karyawan Show Room yang mengaku kaget ketika  diminta oleh oknum petugas samsat Kabupaten Bogor  untuk membayar biaya ACC 500 ribu rupiah dan biaya pendaftaran Toyota Avanza nya 175 ribu rupiah.
“ Saya kaget ketika diminta untuk membayar biaya ACC, biasanya sih  hanya membayar biaya pendaftaran, ga ada biaya ACC.” Imbuhnya.
Namun sangat disayangkan ketika hal tersebut akan dikonfirmasi News Metro  melalui telpon selulernya, tidak direspon oleh Kasat Lantas  AKP Zeinal Abidin, padahal telpon selulernya aktif. Begitupun ketika  dikonfirmasi lewat pesan singkat (SMS) lagi – lagi tidak ditanggapi.
Hingga berita ini diturunkan,  tidak ada jawaban dari Kasat Lantas  tersebut.
Sementara Kordinator Lalulintas (Korlantas) Mabes Polri Irjen Pol. Joko Susilo yang akan dikonfirmasi News Metro seputar maraknya Pungli di samsat Kabupaten Bogor, oleh salah satu stafnya dikatakan kalau pimpinannya sedang tidak berada ditempat. “Pak Jendral ga ada ditempat, sedang mengikuti rapat dengan Kapolri.” Ujar Staf tersebut.  (Johnny Kuron)

Facebook Comments
856 DIBACA 1 HARI INI

Redaksi

ADMIN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: