Warga Minta Bantuan Pemerintah, Gelombang Tinggi Terjang Pesisir Ujung Batu

Talut penahan gelombang yang jebol diterjang ombak. 

Jepara, News Metro Online-Angin kencang disertai ombak besar memporak porandakan perkampungan yang berada ditepi pantai Desa Pandan Arum Rt 15 / Rw 04  Kelurahan Ujung Batu Jepara Jawa Tengah. Sedikitnya 10 rumah mengalami kerusakan yang cukup parah.
Menurut Sugito (30) salah satu warga korban abrasi pantai saat ditemui News Metro mengatakan, kejadiannya hari senin tengah malam(9/1),  diawali angin kencang disertai hujan deras tidak beberapa lama kemudian ombak besar menghantam beberapa rumah yang berada di sepanjang tepi pantai.

Warga pun berhamburan keluar sambil  menyelamatkan barang –barang yang diangap berharga untuk di ungsikan ke tempat yang lebih aman.
Walaupun tidak ada korban jiwa namun kerugian materil diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
Sebarnya  Kejadian seperti ini sudah di anggap biasa oleh warga desa  Pandan Arum Kelurahan  Ujung Batu  Jepara, Karena setiap musim penghujan masyarakat pesisir yang mayoritas kaum nelayan itu sudah terbiasa dengan angin kencang dan ombak tinggi, namun kejadian sekarang cukup parah, kata Sugito.
“Saya dan sejumlah warga juga sudah melaporkan dan mengajukan permohonan bantuan untuk korban abrasi gelombang laut ke Kantor Kelurahan Ujung Batu dan tembusan ke Dinas- dinas terkait,dengan tujuan untuk  meringankan bebah hidup kami karena musibah ini bersamaan dengan musim paceklik nelayan.
Kami tidak bisa melaut karena ombak yang sangat besar, saya juga berharap agar bantuan bagi kami segera terealisasi “ imbuh Sugito.
  Dalam waktu yang bersamaan di wilayah Rt.10 Rw 04 juga terjadi banjir air laut yang meluap masuk ke perkampungan yang di akibatkan oleh jebolnya talut penahan  gelombang sepanjang kurang lebih 10 meter  yang di terletak di sebelah barat tempat pelelangan ikan (TPI ) Ujung Batu Jepara.
Dalam musibah ini tidak ada korban, namun warga sempat  di buat repot karena harus membersihkan rumah mereka dari lumpur dan sampah yang terbawa oleh arus air.
Menurut warga yang sempat diwawancari News Metro mengatakan, Jebolnya Talut penahan gelombang ini diduga karena pebangunanya tidak sesuai bestek, padahal perbaikan talut tesebut belum genap satu tahun.
Pada  musim ombak tahun sebelumnya  talut tersebut juga jebol namun air laut tidak sempat masuk  ke rumah warga.
Hingga saat ini belum ada bantuan apapun dari Prmerintah setempat, warga berharap kepada pemerintah daerah dan dinas terkait untuk segera memperbaiki talut penahan gelombang yang jebol agar warga merasa nyaman dan tidak was-was di kala air laut pasang dan ombak laut tinggi. (wr)

2 DIBACA 1 HARI INI

NEWSMETRO

ADMIN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: