Keluarga Korban Akan Laporkan PJTKI Ke DPR-RI 6 Tahun TKW Asal Pati Jawa Tengah Tidak Ada Kabar

Sulastri

Pati, News Metro Online

     Nasib pahit  yang dialami TKW asal Desa Porang paring Kecamatan  Sukolilo Kab.Pati Jawa Tengah ini memang sungguh menyayat hati.
      Peran pemerintah yang berkali-kali menjadi sorotan media dan masyarakat ini nampaknya timbul tenggelam dalam menangani ribuan kasus TKI
      Seperti halnya Sulastri (31), Berangkat menuju Saudi Arabia sejak 7 Maret 2006 melalui PT.AMRI MARGATAMA, diberangkatkan oleh Sponsor
Perwada (Perwakilan Daerah ) Kab.Grobogan, dan dipimpin oleh Jumaen (53) yang beralamat di Desa Klampok Kec Godong Kab Grobogan untuk selanjutnya di kirim ke Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI)
  PT AMRI MARGATAMA yang beralamat Jl. Tebet Barat IX No2 Jakarta Selatan hingga saat ini belum ada kabarnya.
      Awalnya Sulastri menjalin kontrak kerja menjadi  TKW di Saudi Arabia selama 2 tahun. Untuk selebihnya bila masih menginginkan kerja lagi harus mengurus kerja kontrak yang di lakoninya.
      Menurut Darmin (68) yang adalah ayah Sulastri, ketika di konfirmasi News Metro menjelaskan, awal proses keberangkatan anak saya melalui jalur resmi dan tidak ilegal. Bahkan dari pihak PT yang memberangkatkan juga sudah memberikan jaminan keselamatan bagi anak kami. Tapi kenapa anak saya sampai sekarang tak pernah pulang bahkan memberi kabar pun tidak,”tuturnya sambil mengusap air mata.
      Kami sebagai orang tua  merasa bingung memikirkan anak saya, tidak tahu keberadaanya dan  harus  berbuat apa. Tapi yang jelas kami tetap menuntut kepada Pemerintah dan khusunya pihak PT yang memberangkatkan anak kami. “Bahkan kalau perlu akan saya adukan hal ini kepada DPR-RI.” Imbuhnya.
      Darmin saat ini sudah mengadukan kejadian yang menimpa anaknya ini kepada kepala Desa setempat untuk bisa membantu. Menurut Darmin, Maryadi (33) anak Kepala Desa Porangparing  yang notabene masih ada ikatan dengan  Sponsor PERWADA inilah yang awal mulanya menjeput Sulastri dari rumah. Kepada Maryadilah keluarga Darmin berharap untuk mencari tahu nasib  keberadaan anaknya.
Upaya-upaya yang dilakukan untuk mencari tahu keberadaan Sulastri :
–    30 Mei 2008 mendatangi ke PT AMRI MARGATAMA mempertanyakan kontrak kerja Sulastri di Saudi Arabia selama 2 tahun. Di PT tersebut keluarga ditemui kepala devisi TKI/TKW bermasalah bernama Codro. Dari pertemuan itu kepala devisi memberikan nomor telp majikan Sulastri untuk segera di hubungi. Anehnya nomer telp tersebut tidak aktif. Oleh PT yang menerima pengaduan atas keluarga Sulastri di sarankan supaya menunggu sampai ada kabar selanjutnya.
–    Setahun kemudian keluarga menunggu informasi dari PT yang menangani TKW bermasalah. Realisasinya tidak ada hingga saat ini. Upaya keluarga tidak hanya sampai disitu, 2009 datang lagi ke PT AMRI MARGATAMA yang kali kedua. Pihak PT menjelaskan bahwa sudah mengirim surat kepada majikan Sulastri lewat Fax menuju Saudi Arabia.
–    26 Oktober 2009 pihak keluarga datang lagi menanyakan perkembangan surat yang di layangkan oleh PT AMRI MARGATAMA kepada majikan Sulastri. Lagi-lagi hasilnya nol alias tidak ada jawaban sama sekali. Pihak PT AMRI MARGATAMA menyarankan agar keluarga menyurati ke Duta Besar dan Deplu.
–    18 Februari 2010 atas saran PT AMRI MARGATAMA di tindak lanjuti untuk melayangkan surat kepada Deplu dan Direktorat pengawasan perlindungan WNI. entah ditanggapi atau tidak, surat tersebut tidak ada kabar sampai sekarang.
–    Usaha keluarga tidak sampai di situ, berlanjut terus hingga mendapatkan pendampingan dari LSM yang bergerak dalam bidang perlindungan perempuan yang berkantor di Semarang. Upaya yang dilakukan keluarga atas saran LSM, 29 Januari 2011 menyurati Kepala Bagian Nasional Penempatan dan Perlidungan Tenaga kerja Indonesia (BNP2TKI) Jumhur Hidayat. Hasilnya juga tidak ada jawaban sama sekali.
–    Pada akhirnya keluarga mendatangi Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI). di terima langsung oleh Jamal ketua dari SBMI dan menyarankan supaya datang lagi ke BNP2TKI bagian Crisis Center. Kedatangan keluarga  di terima oleh Dhuva (staf penerima pengaduan TKI bermasalah. Jawaban dari staf, butuh proses apabila sudah 3 kali PT AMRI MARGATAMA tidak bisa menyelasaikan permasalahan TKI yang bermasalah, maka mau diangkat ke Menteri Tenaga kerja. Selang 2 bulan kemudian keluarga datang lagi ke Kantor BNP2TKI, hasilnya tetap nihil.
      Seiring dengan langkah-langkah yang dilakukan pihak keluarga dari tanggal 30 Mei 2008 hingga sekarang, hasilnya tidak ada. Lantas apa lagi upaya yang harus dilakukan dan siapa yang bertanggung jawab atas semua ini. Pihak keluarga itu sendiri , ataukah pihak PT yang awal mula memberangkatkan Sulastri. Kenapa harus saling lempar tanggung jawab. Bersambung…(Biro pati/Adi)
Facebook Comments
6 DIBACA 1 HARI INI

NEWSMETRO

ADMIN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: