Foto – Video Porno Marak Di Sangihe

Sangihe, News Metro Online
Maraknya peredaran foto dan video porno dikalangan pelajar di Sangihe disikapi beragam  elemen masyarakat. Sejumlah foto dan video yang diduga dilakoni beberapa pemuda dan pelajar Sangihe mulai beredar di telepon genggam warga bahkan sampai ke sejumlah pelajar.
Keresahan warga ini cukup beralasan, karena selain berbenturan dengan masalah hukum, pembuatan dan peredaran “tontonan haram” tersebut secara langsung merusak akhlak generasi muda. Lihat saja dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah foto dan video ramai beredar di kalangan anak muda Sangihe. Ironisnya, obyek dalam foto tersebut diduga anak yang masih berseragam putih abu-abu warga Tabukan Utara.
Data yang diterima News Metro menyebutkan, peredaran foto dan video mesum tersebut tergolong sangat cepat, apalagi dikalangan pelajar. Di daearah Tabukan Utara saja, dalam 2 minggu terakhir ada sejumlah foto dan video panas beredar di telepon genggam warga dan pelajar yang diduga dilakoni warga kampung Raku dan Utaurano Tabukan Utara yang masih berstatus siswa di salah satu SMA.
Sejumlah kasus pelecehan, pencabulan dan tindak kekerasan seksual khususnya bagi anak dibawah umur diduga kuat dilatar belakangi oleh maraknya peredaran dan mudahnya akses mendapatkan foto dan video 18+ tersebut. Hal ini sepertinya harus segera diantisipasi dan diseriusi semua pihak.
Pemerhati masalah pendidikan, Roy Tayu mengatakan, sudah saatnya semua elemen masyarakat  Sangihe mengambil langkah dan bertindak untuk menyelamatkan putra – putri generasi penerus bangsa dari kehancuran moral akibat peredaran tontonan yang semestinya belum diperuntukan untuk mereka. “Peran guru dan orang tua siswa sangatlah dibutuhkan dalam memproteksi anak – anak dari hal – hal merugikan masa depan mereka tersebut” Ungkapnya.
Beberapa orang Kepala Sekolah diantaranya Kepala SMKN 1, SMKN 3 dan Kepala SMPN 4 Tahuna ketika dihubungi untuk dimintai tanggapannya hingga berita ini dikirim sepertinya masih enggan berkomentar.
Kadis Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Sangihe Drs. Albert Kasilinsina ketika dihubungi mengatakan, sebenarnya pihak Dinas Dikpora telah menyampaikan surat ke sekolah – sekolah yang isinya melarang semua siswa membawa telepon genggam (Hand Phone, red).
Ia menambahkan, surat pelarangan tersebut juga berisi himbauan pada pihak sekolah untuk sesering mungkin melakukan sidak atau razia bagi siswa yang membawa Hand Phone ke sekolah sekaligus memeriksa content – content didalamnya.
“Yang pasti Dinas Dikpora akan turun langsung ke sekolah – sekolah melakukan Sweeping Hand Phone. Nanti akan ada team yang turun, namun waktunya belum bisa kami sampaikan” Tegas Kasilinsina sambil menyatakan sanksi tegas akan diberlakukan jika siswa kedapatan membawa Hand Phone ke sekolah apalagi sampai mengoleksi foto dan video mesum.
Sementara Kapolres Sangihe AKBP. Hisar Siallagan,SiK menegaskan, Polisi akan tetap jeli melihat perkembangan yang ada. “Jika ada foto – video mesum milik pelajar Sangihe yang beredar, akan segera dilidik” Ujarnya.
Terkait dengan banyaknya pelajar yang sering menyimpan file – file dewasa tersebut ke Hand Phone mereka, Kapolres mengatakan, akan bekerja sama dengan sekolah dan Dinas Dikpora untuk melakukan upaya pencegahan dengan jalan razia. “Untuk langkah antisipatif, Polisi dan Dinas Dikpora akan bekerja sama me-razia Hand Phone pelajar” Tegas Siallagan.
Kapolres juga menghimbau orang tua dan guru untuk lebih intens lagi melakukan pengawasan perilaku anak baik dirumah maupun disekolah. Tidak perlu membekali anak dengan Hand Phone yang berkamera dengan fitur – fitur yang memungkinkan hal – hal yang tak baik itu terjadi. “Dan yang terpenting, selalu tingkatkan pemahaman nilai – nilai moralitas dan agama bagi anak” Pungkasnya. (Johan-Team) 
3 DIBACA 1 HARI INI

NEWSMETRO

ADMIN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: